Kegabutan pada pagi hari sembari memainkan gawai di genggaman tangan kiri membuatku terus berselancar mencari informasi atau sekadar mencari berita hangat terbaru sebagai penunjang basa-basi. Tak sengaja, terbuka sebuah aplikasi bernama iPusnas, yakni aplikasi perpustakaan digital milik negara kita tercinta yang berisi kumpulan buku digital yang dapat diakses secara daring dan tentunya gratis. Aplikasi yang dulunya kerap menemaniku di waktu senggang ini, kini jarang terbuka dan terpakai.
Akhir-akhir ini, atau barangkali semenjak akhir tahun 2025, aplikasi ini sering mengalami gangguan. Entah itu gangguan peladen (server), buku yang tidak bisa diunduh, pencarian yang hanya menampilkan layar putih, hingga tulisan “Aplikasi sedang Error” kerap kali muncul. Hal ini sangat mengganggu dan berakibat pada semakin pudarnya ipusnas dari daftar aplikasi favorit untuk menghabiskan waktu.
Entah apa alasan yang membuat iPusnas kini dianaktirikan. Terkadang, muncul berbagai isu miring yang menjadi latar belakang sulitnya aplikasi ini diakses. Mulai dari isu efisiensi anggaran, perawatan sistem yang tak kunjung selesai, sampai isu pengalihan anggaran iPusnas ke Program Strategis Nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, yang semakin menggema dan membuat geram para pengguna aplikasi ini.
Padahal, iPusnas bisa menjadi sarana strategis untuk meningkatkan minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia. Dulu, mungkin kita harus membaca buku di perpustakaan sekolah atau daerah, tetapi kita juga sering merasa kecewa karena ketersediaan jenis, genre, hingga judul buku yang kurang variatif. iPusnas hadir sebagai solusi dengan menghadirkan variasi jenis buku yang dapat kita sortir menggunakan bantuan mesin pencari (search engine) sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
iPusnas dapat membantu penyediaan layanan perpustakaan agar semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Masyarakat cukup mengunduhnya melalui Play Store tanpa mengenal keterbatasan tempat dan waktu. Asalkan ada koneksi internet, aplikasi ini bisa diakses kapan pun dan di mana pun.
iPusnas menjadi alternatif cara murah untuk menambah wawasan. Melalui aplikasi ini, kita bisa meminjam berbagai buku secara gratis. Namun, tentu saja ada batasan waktu peminjaman dan ketersediaan stok bacaan pada rak buku digital yang harus diperhatikan oleh para pengguna.
Harapannya, iPusnas bisa kembali eksis dan semakin dikenal oleh masyarakat luas; mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat, perawatan perangkat aplikasi yang semakin baik, serta penambahan fitur baru. Pelayanan bagi pengguna juga perlu diperhatikan, seperti mempermudah akses untuk meningkatkan peluang bertambahnya pengguna. Apalagi di era ekonomi yang tidak stabil saat ini, terkadang membeli buku menjadi pilihan terakhir.