@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh
Puisi

Buku Tebal di Bab yang Singkat

Aku mengenalmu sebagai cermin yang jernih, tempatku melihat cara terbaik untuk menjadi manusia. Aku tau kamu datang bukan untuk menetap, tapi han…

Unworthy

ada seseorang di belakangku,  mengawasiku 86400 detik sehari sunyi senyap tetapi begitu siap kapan saja ia mau, melumatku dalam hampa dan ketidakberm…

Kuburan Masal

Derap langkah tanpa lelah menyusuri bangunan Menyodorkan sebuah kertas tertulis mimpi mimpi anak muda  Seolah percaya bahwa sekolah akan menyelamatka…

Jalan yang Berbeda

Semesta punya caranya dalam mendidik perjalanan Mengatur langkah kita menuju arah dan tujuan Mengajarkan bahwa tak semua harus berjalan beriringan Ki…

Pertanyaan, Pertanyaan

Malam memanjang, melahirkan pertanyaan-pertanyaan prematur. Bila seekor ikan berkeras mencintai daratan, apakah ia juga akan mencintai cara pasir yan…

Terperangkap dalam Angan Sang Pelengkap

Aku ingat, gemuruhnya duniaku saat itu.. Hingga nyaris runtuh tak tertopang. Seluruh aliran nafasku hampir hilang, Bak bebatuan menghantam semut…

Sepotong Hati yang Tercecer

Di ambang batas subuh yang dingin menggigit, sekeping dunia kecil teronggok sunyi. Bukan bebatuan, bukan pula ranting layu, tapi nadi hidup y…

Di Bawah Lampu Kota

Di bawah lampu kota yang pucat, semesta mempermainkan takdir dengan kejamnya— mempertemukan aku dan kamu di saat hatiku belum selesai mengubur …

Waktu Terus Berlalu

Waktu terus berlalu Menapaki ruang yang kosong Di antara pahit dan semu Sehingga banyak untuk berbohong   Apakah api akan terus membara …

Nyamuk Begitu Banyak

Nyamuk begitu banyak Mengerubungiku sehingga aku tak bisa tidur nyenyak Dikeroyok badanku sampai bentol-bentol Membuat aku tak kontrol   Ny…

Karena Terlanjur Kecewa

Entah aku tak bisa menatapnya Karena terlanjur kecewa Sehingga rasa ini sudah hancur Menjadikan aku dan kamu tak bisa akur   Kini tinggala…

Ingin Lewat Saja

Terkadang aku ingin lewat saja Dibilang lebay dan pameran Ketika orang-orang berbicara Namun aku hanya bisa terdiam saja Harsa ingin cepat terlewati …

Makan Buah Pala

Makan buah pala di pinggir kedai sate Rasanya kok pahit seperti jamu Aku bertanya-tanya ini apa? Puisi Eh, ternyata buah pala kirain palawija …

Membaca Ilmu Pengetahuan Tradisiku

Membaca ilmu pengetahuan sudah menjadi tradisiku Setiap hari membaca dengan rindu Bercumbu waktu Melerai nikmat di setiap lembarannya Menjej…

Hilang yang Satu

Seminggu setelah kematianmu, Ia telah berhenti menangis. Namun, duduknya dalam persembahayangan kepada Tuhan semakin panjang. Sembab di matanya mungk…

Karang yang Karam

Katamu... kala itu kau akan datang, Meski sebetulnya kau tak berperan, Karena ombakmu menjamah di sisi lain karang. Ternyata keberanianku tinggal seu…

Ujung Karang Tak Bertuan

Tuan... Selayaknya laut, indahnya dirimu, Tuan. Meski gemuruh ombakmu seolah tak memiliki pendirian, Kau tetap tenang. Indahnya dirimu, semua orang m…

Dentuman Rasa

Dag dig dug Dentuman yang kini kurasa Hati ikut melebur dalam dada Jiwa Bagai terbakar api membara Sepi, sunyi kian sirna dalam diri Sinar sang rembu…

Mesin Pikir

mesin pikir itu terlalu penuh seperti mau meledak terlalu banyak data yang diterima ia membiarkan semuanya masuk tanpa aba hingga tak tahu mana yang …

Wacana Penguasa dan Puisi Lainnya

Lagi dan Lagi tangis histeris orang tua menyaksikan ulah keji aparat  memangkas anggaran pendidikan menembakkan peluru kerakusan menaikan gaji pegawa…