Buku Tebal di Bab yang Singkat Aku mengenalmu sebagai cermin yang jernih, tempatku melihat cara terbaik untuk menjadi manusia. Aku tau kamu datang bukan untuk menetap, tapi han…
Unworthy ada seseorang di belakangku, mengawasiku 86400 detik sehari sunyi senyap tetapi begitu siap kapan saja ia mau, melumatku dalam hampa dan ketidakberm…
Kuburan Masal Derap langkah tanpa lelah menyusuri bangunan Menyodorkan sebuah kertas tertulis mimpi mimpi anak muda Seolah percaya bahwa sekolah akan menyelamatka…
Jalan yang Berbeda Semesta punya caranya dalam mendidik perjalanan Mengatur langkah kita menuju arah dan tujuan Mengajarkan bahwa tak semua harus berjalan beriringan Ki…
Pertanyaan, Pertanyaan Malam memanjang, melahirkan pertanyaan-pertanyaan prematur. Bila seekor ikan berkeras mencintai daratan, apakah ia juga akan mencintai cara pasir yan…
Terperangkap dalam Angan Sang Pelengkap Aku ingat, gemuruhnya duniaku saat itu.. Hingga nyaris runtuh tak tertopang. Seluruh aliran nafasku hampir hilang, Bak bebatuan menghantam semut…
Sepotong Hati yang Tercecer Di ambang batas subuh yang dingin menggigit, sekeping dunia kecil teronggok sunyi. Bukan bebatuan, bukan pula ranting layu, tapi nadi hidup y…
Di Bawah Lampu Kota Di bawah lampu kota yang pucat, semesta mempermainkan takdir dengan kejamnya— mempertemukan aku dan kamu di saat hatiku belum selesai mengubur …
Waktu Terus Berlalu Waktu terus berlalu Menapaki ruang yang kosong Di antara pahit dan semu Sehingga banyak untuk berbohong Apakah api akan terus membara …
Nyamuk Begitu Banyak Nyamuk begitu banyak Mengerubungiku sehingga aku tak bisa tidur nyenyak Dikeroyok badanku sampai bentol-bentol Membuat aku tak kontrol Ny…
Karena Terlanjur Kecewa Entah aku tak bisa menatapnya Karena terlanjur kecewa Sehingga rasa ini sudah hancur Menjadikan aku dan kamu tak bisa akur Kini tinggala…
Ingin Lewat Saja Terkadang aku ingin lewat saja Dibilang lebay dan pameran Ketika orang-orang berbicara Namun aku hanya bisa terdiam saja Harsa ingin cepat terlewati …
Makan Buah Pala Makan buah pala di pinggir kedai sate Rasanya kok pahit seperti jamu Aku bertanya-tanya ini apa? Puisi Eh, ternyata buah pala kirain palawija …
Membaca Ilmu Pengetahuan Tradisiku Membaca ilmu pengetahuan sudah menjadi tradisiku Setiap hari membaca dengan rindu Bercumbu waktu Melerai nikmat di setiap lembarannya Menjej…
Hilang yang Satu Seminggu setelah kematianmu, Ia telah berhenti menangis. Namun, duduknya dalam persembahayangan kepada Tuhan semakin panjang. Sembab di matanya mungk…
Karang yang Karam Katamu... kala itu kau akan datang, Meski sebetulnya kau tak berperan, Karena ombakmu menjamah di sisi lain karang. Ternyata keberanianku tinggal seu…
Ujung Karang Tak Bertuan Tuan... Selayaknya laut, indahnya dirimu, Tuan. Meski gemuruh ombakmu seolah tak memiliki pendirian, Kau tetap tenang. Indahnya dirimu, semua orang m…
Dentuman Rasa Dag dig dug Dentuman yang kini kurasa Hati ikut melebur dalam dada Jiwa Bagai terbakar api membara Sepi, sunyi kian sirna dalam diri Sinar sang rembu…
Mesin Pikir mesin pikir itu terlalu penuh seperti mau meledak terlalu banyak data yang diterima ia membiarkan semuanya masuk tanpa aba hingga tak tahu mana yang …
Wacana Penguasa dan Puisi Lainnya Lagi dan Lagi tangis histeris orang tua menyaksikan ulah keji aparat memangkas anggaran pendidikan menembakkan peluru kerakusan menaikan gaji pegawa…