mesin pikir itu terlalu penuh seperti mau meledak
terlalu banyak data yang diterima
ia membiarkan semuanya masuk tanpa aba
hingga tak tahu mana yang harus ia keluarkan terlebih dahulu
satu persatu, ia tanya kenapa mereka ada disini
kenapa mereka datang dan memporakporandakan ruangan kecil ini
mereka bergelut satu sama lain mencari jalan keluar
ada yang hilir mudik, ada yang tetap singgah dalam waktu yang lama
mereka mulai menjarah semua ruangan yang ada disana
bahkan ruangan disekitarnya pun ikut terkena imbasnya
getaran dari semua lapisan semakin terdengar
seluruh elemen menjadi bekerja sangat keras
tak tahu ruangan mesinnya akan pecah atau tidak
perlahan tapi pasti mesin pikir itu kian hancur oleh sistemnya sendiri
(Nida Sopiah, 2025)
