orang-orang selalu menilai sesuka hati.
kadang menilai dari jauh,
kadang menghakimi dari cerita
yang tak pernah mereka dengar utuh.
biarkan mereka berkata apa pun,
sebab tidak semua respons,
anggapan, dan rasa
adalah wilayah yang harus kita perjuangkan.
hati dan pikiran mereka bukan tugas kita,
dan kebenaran tak perlu banyak mulut
untuk tetap menjadi benar.
kita tidak dilahirkan
untuk meyakinkan semua pihak,
tak perlu juga meluruskan semua anggapan.
pada akhirnya,
yang perlu kita dengarkan bukan suara mereka,
melainkan restu pelan dari hati kita sendiri
yang tahu betapa jauh kita bertahan,
dan betapa layak kita menemukan ketenangan.
(Gita Maulina, 2025)
