@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Terperangkap dalam Angan Sang Pelengkap

 


Aku ingat, gemuruhnya duniaku saat itu..
Hingga nyaris runtuh tak tertopang.
Seluruh aliran nafasku hampir hilang,
Bak bebatuan menghantam semut kecilku.
Semut yang kehilangan rumah,
Terpencar kehilangan koloninya.
Semutku tertikam,
tak ada lagi antenasi bersentuhan.

Akankah aku selamat?
Setelah ia melemparku dari ketinggian.. 
Lalu kakiku terjepit diantara celah bebatuan,
Disaat aku hampir tenggelam, di lautan..
Cahaya yang menembus dari sela-sela awan,
Bak uluran tangan-Mu yang datang..
Hindariku dari sempitnya bebatuan karang.

Kau bawaku ke tepian,
Kau balut lukaku satu-persatu.
Kau bilang padaku, “mari tak berlebihan”
Membebankan manusia lain dengan harapanmu itu,
Lalu lepaskan..
Agar ia dapat melanjutkan perjalanan.

Perahu itu berlayar melaju tak tentu arah,
Meninggalkan aku hingga sepinya pelabuhan..
Lalu kuucapkan, Selamat berlayar Tuan..
dan aku akan tetap tinggal,
Tanpa harus bertaruh untuk meyakinkan.
Karena aku layak diperjuangkan,
Hingga titik darah penghabisan.


Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!