Aku
mengenalmu sebagai cermin yang jernih,
tempatku melihat cara terbaik untuk menjadi manusia.
Aku tau kamu datang bukan untuk menetap,
tapi hanya sebagai cahaya yang singgah sebentar,
Sekejap mata kita bertukar cerita,
Namun rasanya seperti membaca ribuan halaman.
Aku banyak belajar darimu cara mengeja syukur, pada hal-hal kecil yang luput
dari pandangan.
Mungkin, kini langkahmu perlahan menjauh dan memudar,
Waktu memang pelit membagi detiknya,
membiarkan kita hanya bersapa di satu persimpangan.
Hanya saling menatap, tersenyum, tanpa suara.
Terimakasih ya,
Kamu adalah sebuah buku milik orang lain, yang sempat kulihat sampulnya dengan penuh kekaguman.
@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh