@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Ulasan: Bungkam Suara

Judul:  Bungkam Suara
Penulis: J.S Khairen
Penerbit: Grasindo
ISBN: 978-602-05-2982-0
Tahun: 2024
Jumlah Halaman: 365 Halaman


Hai kawan Manis (sebutan akrab untuk para pembaca Halaman Belakang), berjumpa lagi di sesi ulasan buku dengan saya, Tedi Juhana. Kali ini saya akan mengulas buku dengan genre fiksi yang berjudul Bungkam Suara yang ditulis oleh J.S. Khairen.

Sinopsis

Coba bayangkan ketika kamu hidup di suatu negara dengan kemajuan teknologi yang mutakhir, setiap hal dan kehidupanmu bisa kamu kendalikan dengan gawai. Negara itu bernama Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Negara ini dipimpin oleh 2 pemerintahan sekaligus yang mana ada Raja sebagai pemegang kekuasaan utama dan Ketua Adat sebagai pemegang pemerintahan.

Walaupun kamu hidup dalam kemajuan dan kemudahan, tapi kehidupan masyarakatnya jauh dari kata demokratis. Warga NAKAL dilarang untuk mengumpat, menyebarkan hoaks, dan menyerang siapa pun di media sosial maupun kehidupan nyata. Pemerintah Nakal hanya memperbolehkan warganya dengan menyediakan satu hari khusus bagi warganya untuk meluapkan emosi-emosi tersebut lewat Hari Bebas Bicara.

Bertempat di NAKAL, hidup seorang pemuda bernama Jujur Timur atau akrab dikenal dengan panggilan Timy. Ia dan keluarganya dulu hidup dalam kesejahteraan, ayahnya bernama Hendi bekerja sebagai staf kementerian dan ibunya bekerja sebagai ahli kimia. Timy juga bekerja sebagai asisten dosen di kampus top NAKAL. Namun kehidupan Timy berubah 180 derajat semenjak adanya Hari Bebas Bicara. Ayah Timy difitnah sebagai hacker pembobol rekening warga NAKAL, ia ditangkap dan keluarga Timy pun dipersekusi sehingga mengharuskan Timy dan keluarga pindah ke Distrik Neang.

Timy dan ibunya pun harus hidup dalam bayang-bayang kecaman serta hinaan warga NAKAL, Timy dan ibunya terpaksa melanjutkan hidup menjadi buruh panen durian milik pengusaha Garang Sasono. Karena sisa harta untuk bertahan hidup sudah sangat kritis, Timy dan ibunya menjual barang-barang peninggalan milik ayahnya, tak sengaja ia menemukan sebuah peluit yang agak aneh. Peluit ini tidak berbunyi dengan semestinya. Timy yang penasaran pun akhirnya membelah dan menemukan kartu SD di dalam peluit tersebut, dengan segera ia meminjam komputer adiknya dan memasukkan kartu SD guna mengecek apa yang ada di dalamnya. Ternyata kartu SD itu berisi berkas-berkas penting milik ayah Timy, pelacak pun menyala di kerajaan sehingga datang 1 pasukan menggeruduk Timy di rumahnya. Timy pun bertanya-tanya, apakah isi dari berkas ini? Mengapa sampai pasukan Kerajaan datang dan mencarinya? Dan bagaimana cara ia dapat membuka berkas ini?

Keesokan harinya Prof. Terang selaku mantan dosen di tempat Timy bekerja datang ke rumahnya, ia menawarkan pekerjaan pada Timy guna membantu ia dan timnya dalam Hari Bebas Bicara. Prof. Terang pun menjamin keamanan ibu dan adiknya. Akhirnya Timy pun setuju dan bergabung dalam tim Prof. Terang.

Prof. Terang membawa Timy ke markas organisasinya, ternyata di sana Prof. Terang dan timnya membuat sebuah organisasi rahasia dengan tujuan melakukan propaganda dengan mengandalkan teknologi dan algoritma di media sosial. Tugas Timy dalam hal ini adalah mencari “Pengkhianat dalam Tim” atau mencari Durian Busuk sebelum hari bebas bicara. Timy pun menjalankan tugasnya sembari berniat untuk membersihkan nama baik keluarganya dengan membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah nanti di Hari Bebas Bicara.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan:

1. Buku novel ini menarik untuk dibaca karena mengangkat isu sosial-politik yang ada.

2. Ada juga konflik cerita yang kompleks dan berbagai sudut pandang  tokoh di dalamnya. Alur cerita yang menarik sehingga pembaca mudah dan cukup cepat dalam menamatkan novel ini.

Kekurangan:

1. Ada bagian yang belum dijelaskan dengan spesifik seperti isi dari kartu SD-nya ayah Timy, akhir dari tim Prof. Terang, dan misteri lanjutan dari orang luar.


Oke, mungkin cukup sekian sesi ulasan buku pada edisi kali ini. Menurut saya, buku ini menarik untuk kamu yang mau mengerti tentang buku yang memiliki isu sosial dan politik, bukunya mudah sekali untuk dibaca dan ada beberapa momen yang bisa membuat pembaca terbawa akan suasana yang diceritakan dalam novel ini. Saya juga menantikan kelanjutan dari buku ini, karena masih ada beberapa hal yang masih belum terungkap.


Terima kasih.


Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!