@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Di Bawah Lampu Kota



Di bawah lampu kota yang pucat,

semesta mempermainkan takdir dengan kejamnya—

mempertemukan aku dan kamu

di saat hatiku belum selesai mengubur namamu.

Kamu datang,

dengan senyum yang dulu pernah jadi rumah,

namun kini diberikan pada orang lain.

Perempuan di sampingmu itu tertawa pelan,

dan aku hancur

dengan cara yang paling sunyi.

Kita papasan sebentar.

Cuma beberapa detik.

Tapi cukup untuk membuat seluruh kenangan

bangkit seperti luka lama yang dipaksa hidup kembali.

Aku diam.

Berusaha terlihat biasa saja,

meski dalam dada

ada ribuan kata yang runtuh bersamaan.

Ironis ya,

aku masih sibuk menyusun serpihan tentangmu,

sementara kamu sudah nyaman

menulis cerita baru dengan orang lain.

Dan malam itu aku sadar—

ternyata kehilangan paling menyakitkan

bukan saat seseorang pergi,

melainkan saat dia kembali terlihat

namun tak lagi bisa dimiliki.

 

Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!