@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Sepotong Hati yang Tercecer

 


Di ambang batas subuh yang dingin menggigit,

sekeping dunia kecil teronggok sunyi.

Bukan bebatuan, bukan pula ranting layu,

tapi nadi hidup yang seharusnya bertumbuh.

Sinar mata yang baru mengeja pagi,

terkunci rapat dalam balutan kain usang.

Memeluk dinginnya trotoar yang beku,

mencari hangat yang tak pernah ia temukan.

 

Ia adalah janji yang tak sempat terucap,

benih cinta yang tercecer sebelum mekar.

Dibuang secepat embun menghilang,

oleh tangan yang seharusnya menggenggam erat.

Tangisnya lirih, menggores sepi malam,

mencari wajah yang meninggalkannya pergi.

Di mana pelukan? Di mana lagu nina bobo?

Hanya bisikan angin yang menjawab pilu.

 

Ia tak tahu dosa apa yang ia bawa,

hanya tahu perihnya udara asing menusuk.

Menatap langit kelabu yang tak bertepi,

bertanya, "Mengapa aku harus sendiri?"

Bukan mimpi buruk, ini adalah nyata,

Sebuah kisah tentang hati yang terbelah.

Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!