@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Pengalaman Bersama ke Dunia Na Willa: Sebuah Ulasan


Pada hari libur bekerja, aku mengajak Kira, keponakan perempuanku yang berumur 6 tahun, untuk pergi ke bioskop. Hal yang sudah kuniatkan dari libur Lebaran 2026, namun baru bisa terlaksana pada hari Ahad ini. Ini adalah pengalaman pertamanya dalam menonton secara langsung di bioskop. Ia sangat senang ketika kukabari untuk bersiap-siap. “Kita akan berangkat sehabis sholat Zuhur” kataku. Ia sangat gembira sampai bolak-balik ke rumahku yang hanya berjarak ± 70 meter dari rumahnya.

Kami pun berangkat menembus panasnya hari itu, ya karena jadwal film ini hanya ada satu dan dimulai tepat pukul 12:20 WIB. Sesampainya di bioskop, 'tak lupa kubeli paket popcorn dan minuman dingin agar ia nyaman dan menikmati ketika kami menonton film. Dan film yang sengaja kusiapkan untuk ditonton pertama kali dengan Kira adalah film Na Willa.

Na Willa adalah film garapan Kak Ryan Adriandhi yang juga merupakan produser dari film Jumbo. Aku tertarik melihatnya, apalagi dengan banyak promosi video, behind the scene, dan podcast yang menjelaskan film ini banyak muncul bertebaran di gawaiku. Hal ini pun semakin memperkuat bahwa film ini cocok untuk ditonton oleh Kira sebagai pengalaman pertamanya.

Ketika film sudah diputar, aku lihat Kira asyik dengan popcorn dan minuman dinginnya yang disimpan di sandaran kursi kanannya. Sesekali aku juga memperhatikan apakah Kira mengerti akan jalan cerita film ini, takutnya ia bosan karena aku tidak memberikan pengantar cerita sebelum kita berangkat tadi.

Ketika menonton, kami dibawa jauh ke dalam cerita, fokusnya pada penggambaran dunia anak-anak dalam keseharian Na Willa. Penggambaran lewat editing visual semakin mempertegas sisi imajinatif Na Willa. Sampai pada bagian yang membuat Kira berdiri dan tampak antusias adalah saat Na Willa bertemu kembali dengan Dul, kawan mainnya yang mengalami kecelakaan.

Menurutku, pertemuan ini adalah scene yang sangat mengharukan di film, karena kita bisa melihat ketabahan dari Dul. Kak Ryan Adriandhi membuat scene musikal yang keren sekali. Dengan musik yang riang gembira, membuat pertemuan ini sangat berkesan antara Na Willa dan Dul. 'Tak lupa ada koreografi dari tokoh yang memukau, sampai kulihat Kira berdiri dari kursinya dan mengikuti irama lagu serta mencoba meniru gerakan dari Dul dan Na Willa. Sesudah bagian ini, Kira berkata padaku, “Bagus lagunya, keren Om.” Aku sangat sependapat dengan hal ini.

'Tak terasa durasi film 120 menit pun berlalu, memberikan sebuah pengalaman yang baru, baik untukku dan keponakanku, Kira. Meskipun di bagian 20 menit akhir film ia tampak bosan, tapi aku sudah sangat senang melihat ia tidak mengganggu penonton lain dan tetap mematuhi etika ketika di bioskop. Ya, mungkin nanti akan kuajak menonton film lain dengan durasi yang tidak terlalu lama, pikirku.

Pulangnya, aku memenuhi pintanya untuk mampir di toko ayam goreng keju. 'Tak lupa aku membungkus satu paket untuk adiknya Kira yang berusia 4 tahun. Semoga nanti kita bisa bersama menonton di bioskop dengan film yang sesuai usia mereka sambil memakan popcorn . Bagiku film lebih dari sekadar hiburan semata, film adalah ruang tunggu bagi inspirasi dan jembatan bagi setiap percakapan hangat antar anggota keluarga.

 

Cibogo, 14 Apr 2026


Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!