Jiwaku menari diatas angin
Bahagia meresap dalam pori-pori
sehangat pelukan mentari,
sesejuk embun pagi
Tatkala bercengkrama,
dengan jiwa yang Agung
Segala resah terasa luruh
Petunjuk-Nya adalah jejak cahaya di tengah hamparan malam,
memadu arah bagi yang tersesat dalam kegelapan.
Di antara riuh dunia yang tak menentu,
ketenangan-Nya hadir
sebagai kekuatan yang tak tertandingi
Meski ada masanya nestapa Sukma
ada saatnya langit kehilangan cerahnya
begitupun manusia kehilangan arahnya
hingga langkah besar pun bisa terhenti
Meski tiada hari yang slalu damai
namun Engkau slalu mendamaikan
menguatkan yang rapuh
dan menuntun jiwa kembali pada cahaya-Mu
(Siti Halimah, 2025)
