@halamanbelakangdotorg ada di instagram, loh

Fiksi

 



Hidup disusun dari angan-angan,

mimpi tumbuh tenang di kepala,

terlihat dekat saat dibayangkan,

namun jauh ketika dijalani.


Kenyataan datang tanpa aba-aba,

mematahkan rencana yang disimpan,

tak semua harap diberi waktu,

tak semua mimpi menemukan jalan.


Di kepalaku, 

masa depan berjalan rapi, mimpi-mimpi berdiri tegak seperti bangunan tanpa retak.

Namun ketika kubuka mata, semuanya hanya sketsa di kertas yang mudah sobek.


Maka hidup pun menjelma puisi fiksi:

indah saat dibaca, rapuh saat dijalani.

Mimpi hanya tinggal judul, sementara isinya

tak pernah benar-benar terjadi.


Maka puisi ini disebut fiksi,

tentang hidup yang ingin nyata,

ditulis dari harap yang lelah,

dan mimpi yang gagal menjadi dunia.


(Sela Nuraeni, 2025)

Posting Komentar

tinggalkan sesuatu di halamanbelakang.org!