Bagaimana caranya
kau bisa bernaung
dalam frekuensi yang sama,
jika tembok pembatas itu
terus kau kokohkan
Bagaimana caranya
mereka memindai,
jika tak ada celah
yang bisa dipandang?
Engkau selalu mengeluh kesepian,
Namun tembok pembatas itu
terus kau kokohkan.
Kau bahkan tak tahu,
Betapa indahnya
bertukar pikiran
dan berbagi kebahagiaan.
Jangan engkau bangun
tembok pembatas
bagi siapa pun.
Hargai orang
yang mencoba datang.
Bukakan mereka pintu,
Sambut hangat
dengan senyummu.
Hidup terus berjalan,
Dan keberanian
akan selalu menjadi kunci
Untuk bisa melangkah
lebih jauh
dari rasa takutmu.
(Nida Sopiah, 2025)